Bebe duduk di kursi admiralnya dan Mahasevara berdiri dengan posisi istirahat di tempat di samping Bebe.
"apa yakin akan melalui Gunung Timur ?" [ Mahasavera ]
"itu adalah jalan tercepat untuk menuju ke kota Mocus, kita harus berani ambil resiko [ Bebe ]
"Jika merasa tidak yakin kita masih bisa mengganti rute" [ Mahasavera ]
"Aku juga ingin, tapi
teman kita juga ada disana, begitu pula para penduduk, kita harus
mengantar tiga orang anggota guild kita kesana" [Bebe]
"Jika memang itu sudah menjadi ke putusan mu, maka aku akan mendukung mu" [ Mahasavera ]
Gunung timur di kenal
wilayah yang berbahaya untuk kapal yang mampu terbang, karena disana
adalah tempat tinggal hewan terbang yang buas, bernama Lador.
Hewan buas ini, adalah
hewan yang memiliki ke pintaran, mereka juga memiliki tubuh yang besar,
kira kira ukuranya seperti kontak container. Dengan warna biru gelap,
cakar yang kuat dan tajam, di tambah gigi mereka yang dapat mengoyak
besi terkeras. Untuk mengambil rut eke Gunung Timur memang sangat
berbahaya dan resikonya sangat besar.
"Clara berapa lama kita tiba di gunung timur ?" [ Bebe ]
"Kira kira sekitar tiga puluh menit lagi" [ Clara ]
"tiga puluh menit lagi ya" [ Bebe ] bergumam dalam hatinya
Lador juga termasuk
hewan sihir, Banyak bangkai bangkai kapal di Gunung timur, mereka
menjadi aggressive jika wilayah langit mereka di lalui oleh benda
terbang atau hewan lain. Mahluk yang angkuh dan tanpa mengenal rasa
ampun.
"Mahasavera, perintah Unit support untuk segera berjaga" [ Bebe ]
"Taros Unit Support Frisca!" [ Mahasavera ] dengan tegas
"Taros Unit Support Frisca!" [ Frisca ] berdiri tegak
"Siagakan Unit mu di lambung kiri dan kanan kapal" [ Mahasavera ]
"Siap laksanakan!" [ Frisca ] dengan tegas
Pengeras suara di kapal
pun memberitahukan agar Unit support berkumpul dia tas deck sekarang.
Unit support berjumblah lima puluh orang pun berdatangan. Frisca dengan
posisi siap menunggu Unitnya segera berkumpul.
Dengan mata yang galak
dan posisi istirahat di tempat, sambil memegang pedang rapier yang ada
di pinggangnya, rambut berwarna pirang yang di tiup angin, di tambah
pita merah di kepalanya, ia di juluki si pita merah dari Guild Galaxy.
Seluruh Unitnya pun berkumpul dan berbaris.
"Unit support, Lengkap" [ kapten Unit Support ]
"Ini perintah dari
Kapiten Bebe, bagi dua pasukan, dua puluh lima orang siaga di lambung
kiri kapal, dan sisanya di lambung kanan kapal, mengerti !?" [ Frisca ]
dengan nada tegas
"Siap!" [ Unit Support ] memberikan hormatnya.
Unit support pun balik
kanan, dan mulai bergerak, di atur oleh kapten team masing masing,
Mereka mulai mengeluarkan tongkat sihir dan dalam siaga.
"Clara" [ Bebe ]
"Siap!" [ Clara ]
"Peringkatkan jika 10 menit lagi dari memasuki wilayah gunung timur" [ Bebe ]
"Siap kapiten" [ Clara ]
Mahasavera
memperhatikan, Raut wajah Bebe terlihat sangat serius, wajar saja.
Karena sebentar lagi akan memasuki wilayah gunung timur.
"Mahasavera, perintahkn seluruh unit dalam posisi bertempur" [ Bebe ]
Mahasevara pun mengambil
sebuah alat pengeras suara yang terhubung ke seluruh kapal. Bebe dengan
pelan mengambil alat seperti Bluetooth.
"Seluruh Unit Posisi Bertempur, saya Ulangi seluruh Unit Posisi Bertempur"
[Mahasevara ]
Alat komunikasi sihir
seperti Bluetooth ini di sebut Mitia, yang di letakan ke kuping kemudian
ada bagian yang akan merekam suara yang terhubung kepada system
komunikasi kapal.
Lampu di dalam kapal Ethernal pun berubah menjadi merah, semua orang terdengar sangat sibuk.
Iiori pun turun dari tempat tidurnya, dan membuka pintu kamar tempat ia beristirahat.
"Iiori" [ Joe ]
"Lu gk tidur Joe ?" [ Iiori ]
"Gw kebangu, karena mendengar posisi bertempur, kira kira apa yang terjadi ?"
[ Joe ]
"dari pada kita mebak nebak, lebih baik kita segera ke atas deck" [ Clavera]
Mereka bertiga pun menuju ke atas deck kapal Ethernal.
Clavera, Iiori dan Joe pun melihat Frisca sedang berdiri memperhatikan Unitnya, dan mereka benar benar dalam posisi bertempur.
"mahasevara, perintahkan
tembak jika ada monster Lodar yang mendekat, karena aku tidak mau
terlalu menunggu dan itu bisa menjadi masalah bagi kita"
[Bebe]
"Sesuai dengan perintah anda" [ Mahasevara ]
Mahasevera pun memerintahkan Unit Pertahanan kapal untuk menembak jika ada monster Lodar yang mendekat.
"Unit Mecanic, siapkan mesin kita akan melajut dengan cepat" [ Bebe ]
"Disini unit Mecanik, siap melaksanakan perintah" [ Unit Mekanik ]
Tidak lama kemudian,
Unit navigator yang di pimpin oleh Clara pun memberitahukan bahwa kapal
sepuluh menit lagi akan memasuki wilayah Gunung timur.
"Laporkan kecepatan kapal" [ mahasevara ]
"Kecepatan saat ini 80 Knot, dan siap memasuki wilayah berbahaya" [ Creed ]
"Tingkatkan kecepatan 120 Knot dan pertahankan ke tinggian " [ Bebe ]
"Tingkatkan kecepatan kapal dari 80 ke 120 Knot, dan pertahankan ke tinggaian tetap seperti ini" [ Mahasavera ]
"Siap, Ketinggian 50.000
kaki dari permukaan laut, kecepatan kapal, 80 Knot, 90 Knot, 95 Knot,
100 Knot, 110 Knot, 120 Knot" [ Creed ]
Di luar kapal dia tas Deck, Frisca pun turut mengeluarkan perintah
"Gunakan pelindung mana dan pertahankan barisan!" [ Frisca ]
Semua unit pun menggunakan perisai mana, Iiori ikut merapal perisai mana, dan memberikan kepada Clavera dan Joe.
"Gila cepat banget!" [ Joe ]
"Lu kek orang desa Joe yang gak pernah naik kapal aja " [ Iiori ]
"emang gak pernah dan ini pertama kalinya" [ Joe ]
"Terlalu jujur" [ Clavera ]
Bukan pilihan tepat jika
memilih bertarung di wilayah gunung timur melawan monster Lodar. Walau
Lodar monster type A namun yang membuat jadi masalah adalah, mereka
pemburu berkelompok.
"Sekarang pasang pelindung mana kapal!" [ Bebe ]
Pelindung kapal pun di nyalakan, Dan kecepatan pun menurun karena beberapa energy di pindahkan ke pelindung mana.
"Kapiten ada Sembilan monster Lodar yang masih mengikuti kita" [ Clara ]
"Mereka terkenal sangat gigih dalam memburu mangsanya" [ mahasevara ]
"Benar, ini memang sangat merepotkan" [ Bebe ]
"Untuk saat ini saya menyarankan kita terus maju ke depan, untuk menghindari pertempuran yang tidak perlu" [ Mahasavera ]
"Aku setuju dengan pendapat mu, namun permasalahanya adalah meriam kita tidak dapat menembak ke belakang" [ Bebe ]
"Bagaimana dengan Frisca ?" [ Mahasevara ]
"Frisca" [ Bebe ]
"Ada apa kapiten Bebe ?" [ Frisca ]
"Apa monster itu dalam jangakauan sihir mu ?" [ Bebe ]
"dengan jarak seperti itu, di luar jarak effective ku" [ Frisca ]
Bebe pun terdiam sejenak
"Apakah aku boleh membantu ?" [ Iiori ] menawarkan dirinya
"Bukankah diri mu hanya seorang mage ?" [ Frisca ]
"Aku terdaftar di guild Galaxy sebagai Mage, tapi mau lihat ?" [ Iiori ]
"Hentikan candaan mu Iiori, saat ini kita dalam situasi berat" [ Bebe ]
"Aku serius" [ Iiori ]
"Aku juga sangat serius" [ Bebe]
"Apa yang membuat mu menolak bantuan ku ?" [ Iiori ]
"Karena aku adalah kaptin Kapal Ethernal, dan semua orang di kapal ini tidak kecuali aku harus mematuhi hukum admiral" [ Bebe ]
"Maaf aku menyela anda Kapiten Bebe, aku tidak akan meragukan anggota guild ku" [ Clavera ]
"Kapiten Bebe benar,
frisca saja seorang Caster, itu di luar jangkauan sihirnya bagaimana
seorang Mage bisa menangani masalah ini" [ Mahasavera ]
"Hentikan perdebatan ini, atau kita jadi makan siang dari monster Lodar sialan itu, biarkan Iiori mencoba" [ Joe ]
"Kapiten bebe, saya rasa tidak ada salahnya memberikan mereka ijin" [Mahasavera]
"Aku ingin tau seperti apa kekuatan kalian" [ Bebe ]
Iiori pun tersenyum lebar, dan ia pun naik ke atas atab anjungan kapal ethernal.
" joe bisakah kau membantu ku?" [ Iiori ]
"Tenang saja aku akan membantu mu" [ Joe ]
"Aku ingin kau menggunakan sihir mu" [ Iiori ]
"Tenang saja" [ Joe ]
Joe pun berdiri di samping Iiori, dan mereka mulai bersiap.
Joe mencabut peang
miliknya, yang memeliki ukuran panjang yang berbeda, ke tebalan yang
berbeda, dan ia dalam posisi siap menggunakan sihir. Iiori dan Joe pun
saling menyeringai dengan penuh percaya diri.
"Naumak Sanmadah Bodanan Gyanauh Sanla Sanla Soawaka!" [ Joe ]
Aura sihir Joe pun meningkat, frisca pun memperhatikan ternyata Joe seorang pengguna Sihir hitam, dan Iiori masih saja diam.
"Namah Sar vatha gatebhyah sarva mukhebyah sarvatha candamaha!" [ Joe ]
Hexagram pun mulai terbentuk
"Tunggu, dia menggunakan
sihir kuno, aku mengetahui rapalan mantra ini, tapi tidak sembarangan
untuk menggunakanya, dan bahkan Dia adalah seorang petarung jarak dekat,
tapi bagaimana bisa" [ Bebe ] Bergumam dalam hatinya
"Dia menggunakan Sihir pelindung" [ Frisca]
"On Sar vatha, Sar Vatha, Un!" [ Joe ]
Aura gelap menyelimuti tubuh Iiori
"Terimakasiha atas peningkatan sihirnya Joe" [ Iiori ] dengan nada tenang
Clavera pun bersendar di pagar pinggiran lambung kapal, dan tersenyum simpul.
"Moros (Murka), Morai
(takdir), Hipnos (tidur), Thanatos (maut), Oneiro (mimpi) dan Nemesis
(pembalasan). Dengarkan Doa ku, kabulkan Doa ku, wahai pemilik sikluks
kehidupan. Dengan atas nama Elohim, aku bersumpah, Aku berserah diri,
pinjamkan aku cahaya suci untuk memurnikan ketidak murnian, Sucikanlah
kejahatan dengan api suci yang panas dan tidak pernah padam. TARTAROS!"
[Iiori ]
[Iiori ]
Setiap rapalan mantra yang di ucapkan Iiori menggema di telinga orang orang yang mendengarnya.
Bebe pun segera bangkit dari kursi admiralnya, dan ia keluar dari anjungan dan melihat ke atas.
"Iori hentikan!" [ Bebe ] panic
"Terlambat!" [ Iiori ]
"Kau barusan merapal salah satu sihir dari 29 sihir suci berkat ilahi kan, jika benar maka..." [ Bebe ]
Dari langit pun muncul
cahaya yang menembus awan yang tebal, dari sana lah panah api bagaikan
hujan yang sangat lebat, menghantam seluruh daratan dan monster monster
Lodar yang terbang. Ledakanan pun terjadi dimana mana.
Kedua mata Bebe pun membesar, melihat ledakan yang dasyat tersebut. Bebe pun langsung menampar wajah Iiori.
"Apa arti dari tamparan ini ?" [ Iiori ] sambil menatap wajah bebe
"Sihir mu, bagaimana
bisa kau menggunakanya, bagaimana di bawah saja ada manusia atau mahkul
hidup yang lain , dan hutan juga akan hancur!" [ Bebe ] sesal
"Kau kira kenapa mereka memberikan ku gelar seorang ORACLE!?" [ Iiori ] pun tersenyum dan turun ke bawah menghampiri Clavera
"Oracle!?" [ Bebe ]
"baru tau yah, Iiori itu
seorang Oracle, dan lihat dengan kedua mata mu, apakah ada yang hancur
dibawah sana ?" [ Joe ] pun meninggalkan Bebe sendirian
"Frisca, apa benar ?" [ Bebe ]
Frisca pun menggunakan
terpong untuk melihat kea rah daratan, asap debu pun di tiup oleh angin,
penglihatan pun mulai jelas, tidak ada satu pun yang rusak atau hancur.
"Dia seorang Oracle" [ Frisca ] kagum dengan Iiori
Bebe pun kembali ke anjungan dan duduk di kursi admiralnya.
Comment Now
0 comments
Please wait....
Disqus comment box is being loaded