Book 2
Font Size :
Dark Mode
Reset Mode
"tapi ya deva, maaf ni ya kalo yinggung, kayanya pacar aq Hikari masih paling cantik dari pacar qm ini" hanzo langsung di cubit oleh hikari, dan mereka semua tertawa lagi
"ya iya lah kalo aq d tanya cantikan Ai Otsuka atau pacar aq lia ya aq pasti pilang pacar aq lia pasti paling cantik" sambil tersenyum deva menjawab dengan pas
"maaf ya lia, hanzo orangnya jahil"
"tidak apa apa koq, aq sudah tau dari awal sebelum kesini deva sudah banyak menceritakan tentang kalian berdua, aq sangat senang bisa bertemu dengan sahabat deva yang paling aq sayangi"
"wah senang ya deva di sayang dan di cinta oleh lia" ujar hikari
Mereka berempat ngobrol sepanjang malam di lobi hotel sambil minum dan makan yang dibawa oleh hikari dan lia, tidak terasa mereka berempat sudah 1 minggu bersama kini lia dan deva akan kembali ke Kyoto, hanzo dan hikari mengantarkan kepergian mereka, kebahagiaan 1 minggu bersama orang yang kita cintai sangatlah menyenangkan bertambah cerita tentang dua sahabat ya itu dan lia pun menjadi bagian dari kisah persahabatan deva,hanzo dan hikari.Kini bis yang membawa lia,deva dan siswi dari Kyoto kembali ke kota mereka di Kyoto, 2 hari kemudian deva melihat keadaan lia, deva melihat ada yang janggal dengan lia sekarang tubuh lia makin lemah, dan blakangan ini lia sering pingsan di sekolah. Kini setiap hari sabtu lia tidak masuk sekolah jika deva menanyakan kenapa lia tidak masuk sekolah kepadanya lia menjawab sedang kena demam tapi yang jadi pertanyaan deva kenapa harus selalu hari sabtu itu sangat aneh, anak kecil juga bias membuat alasan yang aneh itu, karna sangat khawatir deva mencari tau ke teman teman kelas dan ke anko kenapa lia jadi sering tidak masuk, dan sebenarnya lia sakit apa. Awalnya anko tidak mau mengatakan tentang sakitnya lia, deva trus memaksa anko untuk memberitau ya, anko cman memberitaukan ke deva bahwa dia blum tau pasti lia sakit apa karna lia tidak pernah mengatakan apa sakit ya. Sepulang dari sekolah deva kerumah lia untuk melihat keadaan lia, saat itu lia sedang berbaring lemas di kamar ya, deva membawa jeruk kesukaan lia, betapa bahagianya lia melihat kekasihnya datang menjenguknya, deva juga membawa kartu yang ditulis oleh teman temen yang memberikan semangat dan ucapan semoga lekas sembuh, 2 hari kemudian lia dan deva memilih untuk naik sepeda untuk berangkat ke sekolah.
"angin yang sejuk ya deva"
"iya, nikmat sekali"
"deva, lia pengen lebih lama lagi dengan deva"
"memangnya lia mau kemana?"
"lia mau... Eh liat banyak capung terbang"
Lia dan deva berhenti sejenak melihat capung berterbangan banyak sekali, lia turun dari sepeda dan berdiri di samping deva mereka berdua di kelilingi capung yang berterbangan seperti akan menjemput lia untuk pulang ke surga, lalu lia mengajak deva ke sebuah pohon yang besar sekali yaitu pohon sakura mereka berdua berdiri d bawah pohon sakura yang rimbun dan capung itu mengikuti deva dan lia berputar2 mengelilingi mereka berdua, tiba-tiba deva memeluk lia dari blakang, hangat, tenang dan yaman. Lia juga merasakan pelukan deva dan angin hangat bertiup dengan pelanya;
"deva"
"kenapa lia?"
"lia ingin menjadi angin"
"koq mau menjadi angin?"
"tidak selamanya lia slalu bersama deva kan?"
"lia jangan ngelantur ah"
"kalo lia menjadi angin lia bisa berada dimanapun lia berada"
"udah ah, aq gak suka lia ngomong kaya gitu seolah2 mau pergi jauh saja"
deva mengingatkan lia bahwa sebentar lagi sekolah akan masuk, deva melepas pelukanya dari lia dan saat deva berbalik untuk menuju ke sepeda, lia langsung memeluk deva dari arah blakang.
"lia masih mau di peluk dan memeluk deva"
"kangen berat ya"
"jangan lepasin pelukan lia, karna lia sangat sayang dan cinta banget dengan deva"
Deva berbalik dan memeluk lia, d bawah pohon sakura dan di kelilingi capung yang terbang menjadi saksi bisu dalam ya rasa sayang dan cinta antara deva dan lia, lalu angin bertiup kencang, merontokan bunga sakura itu, angin kencang itu membuat bunga sakura seolah2 sedang mengitari deva dan lia bersama capung2 terbang itu, kulit lia makin lama makin pucat dan pelukan lia melemah, dan kehilangan kesadaran, karna panik deva menghubungi orang tua lia, dengan segera lia dibawa kerumah sakit, di rumah sakit lia langsung di bawa ke ruangan ICU, sudah 3 jam lia masih belum sadar dari pinsanya, lalu orang tua lia memanggil deva untuk berbicara d luar;
"deva om tau lia sangat mencintai deva, hari ini om dan tante akan memberitaukan apa sebenarnya sakit yang d derita oleh lia"
"memangya lia sakit apa om?"
"kangker darah"
"bukanya kangker darah bisa di obati??"
"kami sudah berusaha sampai saat ini belum ada tulang sum2 yang cocok dengan lia"
"......" deva hanya bisa terdiam dan sedih
"sebenarnya lia itu anak adopsi, karna tante tidak bisa melahirkan keturunan"
Setelah me ngetahui kejadian yang sebenarnya, deva bergegas ke ruang laboratorium untuk memeriksakan sum-sumnya, beberapa jam kemudian hasil tes susah keluar dan teryata sum-sum deva tidak cocok dengan lia. Tak sadar air mata deva menetes membasahi hasil tes itu, dan di buangnya hasil tes itu ke dalam tongsampah deva merasa tidak berarti sebagai cowo, semalaman deva di rumah sakit kabar tersebut menyebar di tempat deva dan lia bersekolah, ke esokan hari ya lia sudah bangun dari pingsanya, pagi itu juga teman teman lia datang menjenguk yang di pimpin oleh anko.
"anko,.... teman teman semua"
"lia kenapa qm begini, merahasiakan penyakit mu terhadap teman teman terlebih kepada diri aq"
"maaf"
"dasar gadis bodoh, eh deva kenapa kamu duduk d pojokan sana"
"sttt dia dah nemanin aq gak tidur semalaman"
"begitu ya"
Anko membangunkan deva dari tidurya, lalu deva berjalan menghampiri lia, dengan raut wajah yang sedih dan senyum yang di buat buat, semua temen teman ngerti perasaan deva yang sakit banget itu, mata deva mulai berkaca kaca.
"deva lu gak bleh nangis entar lia juga sedih tau"
"iya aq gak akan menangis"
"nah begitu dong baru tu cowo sahabat q lia"
lalu lia membisikan sesuatu ke anko, lalu anko langsung bergegas keluar ruangan, teman teman juga bergantian untuk memeriksakan sum2 ya jika ada yang cocok tapi sayang tidak ada satupun yang cocok sum sumnya dengan lia, lalu tidak lama kemudian anko kembali."deva, tolong lia ke kursi roda itu ya"
"mau kemana ?"
lalu anko mengambil alih, untuk membawa lia dengan kursi roda, deva dan teman teman disuruh menunggu dihalaman belakang rumah sakit, mereka bertanya tanya ada apa ini deva pun langsung mengikuti perintah itu tanpa bertanya lagi. lalu anko menemui orang tua lia untuk mengatakan bahwa ada permintaan dari lia.
"mama papa"
"kenapa lia?"
"lia mau minta sesuatu tolong dikabulkan?"
"apapun itu lia, mama papa akan mengabulkannya"
"sebelum ya lia mau minta maaf selama ini dari kecil sampai sekarang lia selalu mebuat mama dan papa repot"
"gak usah ngomong begitu mama papa sayang dengan lia"
"lia mau menikah sekarang juga dengan deva"
"tapi qm kan masih 16 tahun lia, negara melarang pernikahan di bawah usia 17th"
"sudahlah mah, deva"
"iya om"
"kita akan melaksanakan pernikahan lia dan qm"
"aq sangat bersedia om"
di taman itu telah hadir semua teman teman deva dan lia, di bawah pohon sakura yang ada di rumah sakit itu di laksanakan pernikahan deva dan lia secara apa adanya;
"baik acara pernikahan ini akan kita mulai"ujar anko
semua teman lia dan deva terkejut mendengar teryata ini adalah acara pernikahan lia dan deva sungguh momen yang sangat langka.
"devanya, apa qm bersedia menjadi suami lia dan selalu menemani lia dalam susah, senang, dan bahagia?"
"ya saya bersedia"
"lia harada apa kamu bersedia?"
"iya saya sangat bersedia"
pernikahan ala apa ada ya itu telah dilaksanakan, kini deva dan lia menjadi pasangan suami istri. Ke esokan hariya seperti biasa deva datang ke rumah sakit untuk menjaga lia sampai pagi, kini sudah 2 bulan lia dirawat dirumah sakit, kangker darah lia sangat ganas, sekarang alat bantu yang melekat di tubuh lia sudah di lepas, deva bertanya kepada tim dokter kenapa alat2 itu dilepas dan dokter dokter mengatakan bahwa mereka sudah angkat tangan skarang lia memasukin stadium 4 kangker darah nya, deva menanyakan soal sum sum tulang, salah satu dokter berkata sum sum yang di miliki lia sangat langka sekali, mereka sudah mencoba menghubungi rs lokal sampai antar negara tapi tidak ada yang cocok, lalu deva ke kuil yang di dekat rumah sakit untuk berdoa, tidak lama hujan turun lebat ya membuat deva basah kuyub.
Deva melihat kelangit di tengah hujan itu, dia bertanya didalam hati kenapa tuhan memberikan takdir cinta seperti ini, deva berjalan di tengah hujan, lalu anko melihat deva dan menghampiri deva memberikan payung.
"deva, kenapa hujan-hujanan"
"anko"
"sudah lah, kamu harus berdoa"
"tapi, aq gak mau kehilangan lia"
"iya aq mengerti bukan kamu saja yang gak mau kehilangan lia. Aku juga gak mau kehilangan sahabat seperti lia, teman teman dan papa mama lia juga takut akan kehilangan lia bukan kamu saja yang bersedih, sekarang kita ke RS dan ganti baju kamu jangan buat lia sedih dengan ke adaan kamu seperti ini"
"baik lah"
deva dan anko menuju rumah sakit, setelah selesai mengganti baju deva dan anko masuk ke dalam kamar lia, anko melihat semua alat bantu yang melekat di tubuh lia sudah d lepas yang tandaya semua tim dokter sudah angkat tangan, tapi anko harus mengerti atas kejadian semua itu.
"deva kemana saja lia kangen, lia takut deva kenapa napa"
"aq cman jalan2 sebentar mencari makan"
"udah dapet makan nya"
"belum, tadi aq ketemu anko dijalan"
"iya lia aq ketemu deva jadi sekalian aja kami berdua datang bareng ke RS"
"begitu ya anko, suami aq deva ngerepotin qm gak"
"gak lah lia hahahaha"
hujan pun sudah redah kiri matahari telah muncul, menerangi bumi yang tadi ya gelap karna awan mendung;
"suamiku deva"
"ya istriku"
"tolong buka kan jendela itu"
"baik"
Deva membuka Jendela, dan angin hangat nan sejuk masuk kedalam kamar lia dirawat, lalu deva duduk di samping deva, karna melihat itu semua anko beralasan mau pulang karna dia sedang di tunggu orangtuanya, sebenarnya anko tidak tahan melihat mereka berdua kenapa cinta mereka itu menjadi seperti ini, sebelum anko keluar anko di titipkan surat wasiat, dan lia membiskan ke anko buka lah surat ini apa bila aq sudah tidak ada lagi, dengan menahan air mata ankopun berpamitan dengan lia dan deva.
"deva"
"ya sayang"
"deva q sayang gak bleh bersedih , dengan keadaan lia seperti ini, lia ingin hidup lebih lama lagi dan melahirkan anak dari deva, lia pengen jadi ibu dari anak anak deva, lia ingin sekali"
Deva hanya terdiam membisu seribu bahasal, dengan prasan yang sangat pilu, kedua orang tua lia saat mau masuk kamar tempat lia di rawat, orang tua lia tidak jadi masuk karna mendengar pembicaraan mereka berdua, mendengar semua ucapan lia dan deva orang tua lia sedih sekali atas kejadian yang menimpa mereka berdua.
"jika lia nanti pergi jauh, deva harus janji cari pengganti lia, yang baik dan sayang dengan deva tentunya melebihi kasih dan sayang lia ke deva. Dan lagi deva gak bakal sendirian nanti lia akan menjadi angin dan slalu bersama deva menemani deva melangkah meniti hidup deva, lia sangat bersukur bisa menjadi istri deva"
"aq sayangat sayang dan cinta dengan lia"
"lia akan slalu ada di sisi deva"
perlahan mata lia mulai menutup, deva bergegas keluar kamar dan memanggil dokter, orang tua lia pun datang, melihat anak ya yang sudah memejamkan mata, dokter segera memberikan pertolongan tapi sudah gak bisa lagi karna lia sudah meninggal dunia dokter mencat kematian lia hari minggu 14 february 2008, deva menghubungi anko sambil menangis tentang meninggalnya lia, anko menangis melihat sahabat ya yang telah menutupkan matanya, meninggalkan semua orang, jendela pun terbuka angin berhembus masuk, kini lia sudah menjadi angin, upacara pemakaman lia di lakukan siang hari tepat jam 12 siang, semua teman2 sekolah dan para guru menghadiri acara pemakaman itu. Setiap hari deva selalu datang ke makam lia, membawa bunga mawar putih untuk makam lia, sebagian besar waktu luang ya di gunakan untuk ke makam lia, deva sangat mencintai lia, mata deva tidak bisa melihat cinta yang lain, hanya lia, dan hanya lia seorang cinta deva, kadang malam haripun deva datang ke makam lia, anko juga sering bersama deva mereka kadang bercerita di makam lia tentang kejadian hari hari yang mereka lewati di sekolah seolah olah lia masih ada di dekat mereka.
Saat acara kelulusan anko memberikan amplop berwarna coklat kedeva dan deva membuka amplop itu teryata, di semua fhoto itu ada fhoto deva dan deva teringat saat wisata kls 1 d istana kyoto gadis yang mau dia tanyakan namaya itu teryata adalah lia deva memeluk anko dan menangis, deva dan anko datang ke makam lia memberitahukan mereka telah lulus, dan sekaligus berpamitan kepada lia dan anko bahwa deva akan kuliah di universitas tokyo dan deva sudah lulus tes menjadi mahasiswa baru di universita tokyo
Cinta tak akan mati walau orang yang kita cintai telah tiada. Deva menyakini apa yang di yakini oleh lia bahwa lia akan slalu ada buat deva dimanapun deva brada. Tahun ajaran baru sudah dimulai di unversitas tokyo deva mengambil jurusan Ekonomi, deva berkenalan dengan beberapa mahasiswa dan mahasiswi di universitas tokyo, Universitas Tokyo juga di sebut Todai itu nama yang diberikan oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang mengenyam pendidikan di universitas Tokyo.
Banyak orang yang lulus dari todai menjadi orang yang berhasil, dan untuk menjadi mahasiswa dan mahasiswi di todai tidaklah gampang karna tes yang sangat sulit, deva bisa masuk todai juga bukan karna deva pintar atau jenius tapi karna faktor keberuntungan banyak cewe-cewe dari universitas lain hingga anak anak SMU yang mengincar mahasiswa todai karna orang yang mengenyam pendidikan di Todai di anggap orang yang mempunyai masadepan yang cerah, bukanya tidak ada universitas yang setara dengan todai cman todai merupakan universitas idola saat ini.
Teman teman deva setelah menjadi mahasiswa di todai mulai mencari cewe cewe cantik untuk dijadikan pacar tapi berbeda dengan deva, deva memilih untuk blajar dengan serius soal mencari cewe kini dijadikan nomer 10 kan oleh deva karna deva masih mencintai lia, di buku harian deva banyak catatan catatan bahwa deva sangat rindu akan lia, sangat rindu sekali, hanya buku harian yang tau isihati deva, padahal banyak di sekitar deva para gadis yang ini menjadi pacarnya deva tapi entah kenapa deva tidak tertarik dengan mereka. Bermacam cara untuk memikat hati deva tapi semua itu sia sia, saat jam plajaran ekonomi perbangkan ada seorang cewe smester 2 yang bernama eri, eri menunggu deva keluar dari clas.
"deva!!!"eri memanggil dengan keras
"ya senior"
"jangan manggil aq dengan kata kata itu, aq kan punya nama"
"iya maaf kan aq"
"gak apa apa, qm dah tau nama aq kan saat ospek aq pernah hukum kamu"
"iya, senior eri"
"cukup panggil aq eri aja ok?"
"baik, maaf eri aq lagi mau beristirahat"
"tunggu, ada yang aq sampaikan ke qm dev"
"ada apa??"
"ayo ikut aq"
Deva mengikuti kemana eri berjalan, deva tidak tau harus mengikuti sampai kemana tapi deva tetap mengikuti saja kemana eri berjalan;
"dev"
"??"
"kamu ini pendiam yah"
"biasa aja koq"
"aq sering liat deva di bawah pohon yang besar di samping gedung kampus"
"iya aq sering kesana, kok eri tau?"
"semua orang udah tau kali" eri tersenyum
"oh begitu ya"
"nah sekarang kita sudah sampai, di ruangan Kesehatan"
"trus??"
"sini ikut aq masuk kedalam"
Eri membuka pintu ruangan kesehatan dan deva melangkah masuk duluan,diam diam eri mengunci pintu dari dalam dan hanya ada eri dan deva yang ada di dalam ruangan kesehatan itu.
"eri untuk apa kita kesini"
"dengarkan aq dev"
"iya aq akan mendengarkan"
"mau kah deva menjadi pacar aq?"
".........."
"jawab dev, aq dah jatuh cinta ma qm"
".........." deva masih terdiam
"aq udah lama menahan rasa cinta aq ke qm"
"maaf eri"
"kenapa?? apa aq gak cantik??, apa aq gak seksi?"
"bukan begitu, eri tu cantik banget, banyak cowo yang mau jadi pacar eri"
"tapi eri maunya dengan deva"
"gomenasai"
"aq sangat cinta ma qm deva"
"sekali lagi maaf eri aq menolak untuk menjadi pacar qm, aq sekarang fokus untuk blajar"
"tapi...dev..tapi"
Deva meninggalkan eri, waktu membuka pintu dan kaki deva akan melangkah keluar ruangan tiba tiba eri memeluk deva dari blakang;
"dev jangan tinggalkan eri, eri bisa mati tanpa deva, eri bisa hilang kesadaran eri"
Dengan pelukan dari blakang, seperti lia memeluk deva saat itu juga entah kenapa air mata deva keluar membasahi wajahnya, eri terkejut kenapa deva menangis, deva pun sendaran di tembok ruangan kesehatan sambil menundukan kepala;
"eri tolong tinggalkan aq"
"dev qm kenapa, apa aq telah melakukan kesalahan?"
"tidak gak ada yang salah dengan eri"
"trus? kenapa qm menangis"
"yang salah itu ada pada aq eri, aq ini yang salah, karna aq dia tlah pergi.........,"
"apa maksud kamu deva"
Deva berlari meninggalkan eri, deva sangat sedih, karna rasa cinta dan kerinduan yang sangat dalam, saat eri memeluk deva dari blakang seperti lia waktu itu saat trakhir kalinya memeluk deva dari blakang di bawah pohon sakura, deva tidak sanggup untuk melupakan lia. Eri terdiam sesaat karna ada apa sebenarnya yang terjadi, kenapa deva selalu menolak cewe yang menyatakan cinta kepada nya?, kenapa deva slalu brada di bawah pohon?, eri berpikir pasti ada sesuatu yang telah menyebabkan itu semua, banyak gosip yang bredar bahwa deva itu gay, ada pula yang bilang bahwa deva itu orang yang fokus terhadap plajaran. Bermacam-macam gosip yang muncul dari paramahasiswa dan mahasiswi di kampus. Eri mencoba mencari informasi kepada teman teman terdekat deva di kampus tapi tidak ada satupun teman2 deva yang mengetahui masa lalu deva, deva sangat misterius, eri slalu mengikuti kemana deva pergi, saat pulang kampus eri mengikuti deva lagi lagi deva kepohon besar itu lagi di situ deva berdiri dan memejamkan mata seolah2 orang yang sedang berdoa, tapi sebenarnya deva memang sedang berdoa, dan meletakan bunga mawar merah di pohon itu. Lalu eri menghampiri deva lagi;
"dev sedang apa qm"
"........." deva langsung meninggalkan eri sendirian
"deva tunggu,..... deva tunggu eri!!!" eri berlali mengejar deva
"......."deva terus berlari
eri kehilangan jejak deva, eri meminta ke bagian jornalis kampus yang biasanya meliput semua kejadian kampus, yang di urus oleh BEM (Badan Eksekutiv Mahasiswa, eri bergabung dalam wartawan kampus, para anggota wartawan kampus sekarang bertambah 1 yaitu eri anak smester 2 jurusan Ekonomi, mereka menyambut eri dengan baik karna bertambah cewe cantik didalam anggota mereka, tapi tujuan utama eri hanya mencari cara untuk mempunyai koneksi ke ruangan arsip sekolah untuk mencari data tentang deva. Karna kepintaran eri, eri memanfaatkan kecantikannya untuk merayu ketua wartawan kampus, untuk bisa masuk kedalam arsip mahasiswa yang bersekolah di universitas tokyo atau todai, saat itu arsip deva pun ditemukan oleh eri.
Eri melihat semua catatan yang ada di dalam arsip deva yang di simpan di gudang arsip, di situ hanya terlihat asal skolah deva, tiap hari eri selalu mencari info tentang deva tapi didak ada satupun orang yang tau tentang deva, yang mereka tau deva adalah cowo yang suka duduk menghabiskan waktunya di bawah pohon dan orang yang pendiam sangat misterius sekali, ke esokan harinya dengan mantap eri menghampiri deva untuk menanyakan semuanya;
"deva"
devapun menoleh dan tersenyum ke arah eri
"dev jangan lari lagi dari eri"
"........."
"plzz eri janji tidak akan mengejar deva lagi, gak akan memaksa kehendak eri ke deva lagi eri janji" mata eri berkaca kaca
"sudah jangan menangis eri, aq akan mendengarkan eri"
"tolong jawab semua pertanyaan yang akan eri ajukan plzzz"
"baik lah asal eri jangan menangis ya"
eri duduk disamping deva dan mulai mengajukan beberpa pertanyaan
"eri ajuin pertanyaan tapi jangan d jawab dlu tunggu eri bilang sudah baru deva boleh menjawab semuanya?" dengan muka yang serius
"baik tanyalah apapun itu akan aq jawab"
"kenapa waktu itu di ruang kesehatan saat eri peluk deva menangis, kenapa?
trus kenapa deva slalu menolak semua peryataan cinta dari cewe ke deva dan 1 lagi kenapa deva selalu menghabiskan sisa waktu deva di bawah pohon ini, jawab?"
"ok mau tau kenapa aq menangis, cara dan gaya bicaramu itu serta pelukan itu mengingatkan kepada seseorang yang sangat aq cintai melebihi apapun, ke dua kenapa aq menolak semua peryataan cinta kepada ku karna aq hanya mencintai 1 orang saja didunia ini walau dia sudah tiada, ke 3 aq mau tau eri, apa yang eri rasakan saat ini setelah duduk di bawah pohon ini?"
"eri ngerasain angin yang hangat dan sejuk"
"nah jujur eri apa eri cinta ma aq? sayang ma aq?"
"iya eri cinta banget ma deva, sayang banget ma deva"
"apa yang eri rasakan kalo di samping aq?"
"eri ngerasa hangat serta sejuk seperti angin ini yang di naungi oleh pohon membuat tubuh kita rilex dan segar"
deva pun tersenyum
"nah eri sudah tau semuanya kan"
lalu eri menundukan kepala
"kenapa-kenapa deva"
"kenapa apa ya?"
"eri sudah mencoba melupakan deva, tapi semakin eri coba lupain deva eri makin sakit, rasanya hancur sekali hati eri ini"
"maaf eri kalo aq sudah membuat qm terluka"
"deva gak salah, yang salah adalah kenapa eri mencintai deva"
"eri dengar lah, liat mata aq, ingat eri cinta itu tidak pernah salah seharus ya kita bersukur karna bisa merasakan mencintai orang lain"
lalu eri menundukan kepalanya lagi, sambil menangis tersendu sendu
"tapi eri gak sanggup kalo gak ada deva, selama ini eri slalu melihat deva dari jauh baru kali ini eri brani mengatakan semuanya, eri gak mau membohongi diri eri sendiri, eri juga sudah mempermalukan sendiri seperti cewe kegatelan ngejar2 deva terus"
".........."
"hiks eri juga gak perduli, orang orang di sekitar eri mo bilang apa ke eri, mau dikatain apapun eri gak masalah, yang penting jangan hina cinta eri ke deva"
".........." deva lalu berdiri hendak meninggalkan eri, dengan cepat eri langsung memeluk deva dari blkang lagi, tapi deva meninggalkan eri begitu saja, eri sendiri menangis, disaksikan oleh orang orang di sekitar nya, saat pulang ke rumah deva di hajar oleh beberapa laki laki tidak di kenal, deva tidak tau apa masalah ya. kejadian itu berlangsung dengan cepat, tapi deva tidak mendapatkan luka berat hanya mendapat kan luka memar sedikit di wajah deva;deva bangkit dari tempat tidur nya dan melihat tanggalan 2 hari lagi 1 th eri meninggal dunia, deva mempersiapkan semua bajunya untuk ke Kyoto untuk mengunjungi makam lia kekasihnya.
Disamping itu di rumah eri, eri sedih dan mengurung diri di tempat tidurnya lalu kaka eri Gozo menghampiri adiknya yang sedang sakit hati,
"adik ku sayang sudah lah, lupakan saja laki laki itu"
"................."
"toh masih banyak cowo yang suka dengan kamu"
".... kaka diam saja kaka gak tau apa apa tentang cinta eri ke deva"
"apa maksud kamu"
"eri mau bunuh diri saja rasanya, eri dah gak sanggup"
"eri kamu mau apa biyar kaka selesain"
tidak lama HP eri berdering, mengabarkan bahwa deva habis di hajar oleh orang2 misterius, tapi tidak mengakibatkan luka memar yang serius. Lalu eri melihat ke kaka ya gozo.
"kaka!! apa kaka telah menghajar deva??; Jawab!!!"
"................"
"kaka kenapa kaka kenapa??"
"......eri.. kaka cuman.."
"cuman apa!!! kenapa harus melakukan tindak kekerasan ke deva"
"...kaka..sebel dengan laki laki yang telah membuat adik aq ini menangis, kaka cman memberikan sedikit pelajaran"
"kaka gozo bodohhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!"
eri mengusir kaka ya keluar dari kamarnya, dan segera menuju kerumah deva, tapi di rumah deva tidak ada seorang pun di sana, menurut tetangga deva jarang pulang kerumah soalya karna jarak kampus dan rumah deva jauh maka deva kos, eri meminta alamat kos kosan deva, 2 jam diperjalanan akhirya sampai juga di mana tempat deva kos, eri bertanya dengan salah satu penduduk setempat dan teryata temanya deva, dia menujukan tempat deva menginap atau kos, saat itu juga eri langsung mencet bell kamar koz deva tapi tidak ada yang menjawa, eri menangis sambil mengatakan maaf, eri menangis dengan suara yang membuat teman teman kos deva keluar, eri sambil menggedor2 pintu koz deva, dan tidak sengaja kunci kamar deva rusak dan pintu terbuka, teman teman kos deva menanyakan ke eri yang sedang menangis;
"ada apa dengan kamu ??"
"deva eri mau deva, dimana deva"
"oh deva dia sedang keluar kota"
"kemana kasih tau eri kemana" sambil menangis
"kalo gak salah dia ke Kyoto, karna orangtuanya tinggal di kyoto"
"ada yang tau alamat deva, plzz kasih tau eri, eri pengen ketemu dengan deva"
"kami tidak ada yang tau alamat deva di Kyoto"
eri menangis dengan keras melihat eri menangis sampai seperti itu semua teman2 deva mencoba mencari cara untuk menghubungi deva tapi HP deva tidak aktiv atau d luar jangkauan sementara itu eri menangis terus, lalu mereka memutuskan untuk menggeledah kamar deva, lalu seorang temen deva langsung mengatakan ke eri.
"ini buku harian deva, disini tertulis alamat dia di kyoto, walau sebenarya tidak pantas kita membaca buku hariannya tapi cman ini yang bia mengatar eri ke deva"
"trimakasih arigatou"
"barangkat lah susul deva sana, memangya deva hamilin qm?"
"tidak tapi suatu saat nanti aq akan melahirkan anak anak deva kalau dia memberikan aq kesempatan, thx semuanya eri pergi dlu"
eri langsung memesan tiket pesawat ke Kyoto, di dalam kreta api deva membuka2 tasnya teryata ada yang ketinggalan yaitu sebuah buku hariannya, lalu deva Telpone salah satu teman kos nya untuk meminta mereka mengirimkan bukunya ke Kyoto;
"hallo rein"
"hallo dev"
"lu dimana??"
"gw lagi di kamar gw, emang kenapa?"
"tolongin gw kirimin buku?"
"buku apa,dev?"
Comment Now
0 comments
Please wait....
Disqus comment box is being loaded